NexTune - Sinyal kenaikan harga lini produk iPhone semakin menguat menyusul melonjaknya biaya produksi yang harus ditanggung Apple. Pembengkakan anggaran material ini dipicu oleh kenaikan harga komponen Random Access Memory (RAM) tipe LPDDR5X yang sangat signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Berdasarkan data terbaru dari pengamat industri, harga komponen RAM LPDDR5X berkapasitas 12GB mengalami lonjakan hampir 90% pada kuartal kedua 2026. Harga yang sebelumnya berada di angka $77,1 pada kuartal pertama, kini meroket hingga mencapai $145,9. Selisih harga sebesar $68,8 per unit ini dianggap sebagai beban berat yang sulit diserap oleh perusahaan dalam jangka panjang.
Selama ini, Apple dikenal cenderung menahan kenaikan harga dengan menyerap biaya produksi ekstra. Namun, strategi tersebut tampaknya mulai mencapai titik jenuh. CEO Apple, Tim Cook, dalam laporan terbarunya memberikan isyarat bahwa penyesuaian harga di masa depan merupakan langkah yang tidak terelakkan untuk mempertahankan margin keuntungan di tengah fluktuasi harga komponen global.
Spekulasi yang berkembang menyebutkan bahwa kenaikan harga ini tidak akan menunggu hingga peluncuran iPhone 18 di tahun mendatang. Kuat dugaan, penyesuaian harga akan mulai menyasar seri iPhone 17 pada kuartal ketiga tahun 2026.
Situasi ini menjadi sinyal bagi calon pengguna yang berencana melakukan upgrade perangkat agar mempertimbangkan keputusan mereka lebih awal. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi mengenai berapa besar persentase kenaikan harga yang akan diberlakukan, namun pasar bereaksi negatif terhadap tren biaya komponen yang terus melambung ini.
Bagaimana menurut Anda, apakah kenaikan harga ini masih bisa diterima oleh pasar, atau justru akan membuat pengguna berpaling ke perangkat lain?








