6 Murid Monkey D. Garp yang Punya Kekuatan Luar Biasa di One Piece

6 Murid Monkey D. Garp yang Punya Kekuatan Luar Biasa di One Piece

NexTune - Monkey D. Garp bukan hanya dikenal sebagai salah satu legenda terbesar Angkatan Laut dalam One Piece. Sosok yang mendapat julukan Pahlawan Angkatan Laut ini juga terkenal karena caranya melatih generasi muda.

Garp memang memiliki keinginan besar untuk menciptakan prajurit Angkatan Laut yang tangguh. Namun, hasil didikannya justru sering berakhir di luar rencana. Beberapa orang yang pernah mendapatkan latihan darinya malah menjadi bajak laut atau bergabung dengan kelompok revolusioner.

Meski begitu, kemampuan para murid Garp tidak bisa dianggap remeh. Latihan keras yang diberikan sejak usia muda ikut membentuk fisik, mental, dan kemampuan bertarung mereka.

Berikut enam murid Garp yang dapat dianggap sebagai yang terkuat.

6. Helmeppo

Helmeppo merupakan salah satu anggota Angkatan Laut yang mendapatkan pelatihan langsung dari Garp bersama Koby.

Perkembangan Helmeppo memang tidak secepat Koby. Pada awal cerita, ia bahkan digambarkan sebagai sosok yang cukup lemah dan manja. Namun, setelah menjalani latihan keras, kemampuan fisiknya meningkat jauh.

Setelah time skip, Helmeppo menjadi anggota SWORD dan sudah mampu menjalankan berbagai tugas berbahaya. Walaupun masih berada di bawah Koby dalam hal kemampuan, perkembangan Helmeppo tetap menunjukkan hasil dari latihan yang ia jalani.

Karena pencapaiannya belum setara dengan murid Garp lainnya, Helmeppo berada di posisi keenam.

5. Koby

Jika berbicara tentang hasil latihan Garp, Koby mungkin merupakan salah satu contoh paling sukses.

Koby yang dahulu dikenal sebagai anak kapal yang penakut berubah menjadi seorang Marinir dengan kemampuan bertarung yang mengesankan. Perubahan fisiknya juga terlihat sangat jelas setelah time skip.

Salah satu pencapaian terbesarnya terjadi di Hachinosu. Koby mampu menggunakan serangan Honesty Impact untuk menghancurkan lengan batu raksasa milik Avalo Pizarro.

Kemampuan tersebut menunjukkan bahwa Koby sudah berkembang menjadi petarung yang jauh lebih serius. Garp juga melihat Koby sebagai salah satu generasi penerus yang memiliki potensi besar.

Koby masih memiliki banyak ruang untuk berkembang. Dengan usianya yang masih muda, kekuatannya berpotensi meningkat lebih jauh di masa depan.

4. Portgas D. Ace

Portgas D. Ace juga merupakan bagian dari keluarga yang pernah mendapatkan latihan keras dari Garp.

Garp sebenarnya ingin Ace dan Luffy tumbuh menjadi Angkatan Laut yang hebat. Namun, seperti yang kita ketahui, keinginannya kembali gagal. Ace justru memilih menjadi bajak laut dan kemudian bergabung dengan Bajak Laut Shirohige.

Ace berkembang menjadi salah satu bajak laut muda yang sangat kuat. Ia memiliki kemampuan dari Mera Mera no Mi, menguasai Haki, dan bahkan memiliki Haoshoku Haki.

Posisinya sebagai komandan divisi kedua Bajak Laut Shirohige juga menunjukkan bahwa kekuatannya telah diakui oleh kelompok bajak laut besar tersebut.

Sayangnya, perjalanan Ace berakhir terlalu cepat. Karena meninggal di Marineford, kita tidak pernah mengetahui seberapa tinggi kekuatannya jika memiliki kesempatan untuk terus berkembang.

3. Sabo

Sabo mendapatkan latihan dari Garp ketika masih kecil bersama Ace dan Luffy. Namun, perkembangan kekuatannya setelah itu banyak dipengaruhi oleh kehidupannya bersama Pasukan Revolusioner.

Sabo kemudian menjadi tangan kanan Monkey D. Dragon sekaligus salah satu tokoh penting dalam organisasi tersebut.

Kemampuan bertarungnya berkembang sangat pesat. Ia terkenal dengan teknik Ryusoken dan kemudian mendapatkan kekuatan Mera Mera no Mi setelah kematian Ace.

Sabo juga berhasil menunjukkan kemampuannya dalam menghadapi sejumlah petarung kuat. Berbeda dari Koby dan Kuzan, ia tidak mengikuti jalan Angkatan Laut.

Menariknya, Sabo seperti menjadi gabungan dari dua pengaruh besar. Masa kecilnya ditempa oleh Garp, sementara kemampuan bertarungnya berkembang lebih jauh setelah bergabung dengan Pasukan Revolusioner.

2. Kuzan

Kuzan merupakan salah satu murid Garp yang memiliki hubungan cukup unik dengan sang legenda Angkatan Laut.

Dalam kilas balik masa lalu, diperlihatkan bahwa Kuzan muda datang kepada Garp dan kemudian menjalani latihan bersamanya. Salah satu latihannya bahkan dilakukan dengan cara memukuli kapal perang yang sudah tidak digunakan.

Garp juga melarang Kuzan menggunakan Haki maupun kekuatan Buah Iblis ketika berlatih. Artinya, kemampuan fisik dan teknik bertarung Kuzan tidak hanya bergantung pada Hie Hie no Mi.

Kuzan akhirnya berhasil menjadi Admiral Angkatan Laut. Setelah keluar dari organisasi tersebut, ia kemudian bergabung dengan kelompok Kurohige.

Hubungan Kuzan dan Garp menjadi semakin tragis ketika keduanya berhadapan di Hachinosu. Murid tersebut pada akhirnya ikut terlibat dalam kekalahan dan penangkapan Garp.

1. Monkey D. Luffy

Posisi pertama tentu ditempati Monkey D. Luffy.

Sejak kecil, Garp memberikan latihan yang sangat ekstrem kepada cucunya. Luffy pernah dilempar ke tempat berbahaya, ditinggalkan di hutan, diikat pada balon, hingga dipaksa menghadapi berbagai situasi yang menguji fisik dan mentalnya.

Tujuan Garp sebenarnya sederhana: membuat Luffy menjadi seorang Marinir yang kuat.

Namun, hasilnya justru bertolak belakang.

Luffy tumbuh menjadi bajak laut dan akhirnya menjadi salah satu karakter terkuat di dunia One Piece. Ia berhasil mengembangkan Haki, membangkitkan kekuatan Buah Iblisnya, serta mencapai posisi sebagai salah satu Yonko.

Tentu saja, Garp bukan satu-satunya orang yang berperan dalam perkembangan Luffy. Pengalaman bertarung, latihan bersama Ace dan Sabo, serta pelatihan Haki dari Silvers Rayleigh juga memberikan pengaruh besar.

Meski demikian, fondasi fisik dan mental Luffy sejak kecil tidak bisa dilepaskan dari latihan brutal yang diberikan Garp.

Ironisnya, dari sekian banyak murid kuat yang pernah dilatih Garp, hampir semuanya justru memilih jalan yang berbeda dari harapannya.

Koby menjadi Marinir, tetapi Kuzan meninggalkan Angkatan Laut. Ace dan Luffy menjadi bajak laut, sementara Sabo bergabung dengan Pasukan Revolusioner.

Jadi, kalau ada satu kesimpulan dari kisah Garp sebagai guru, mungkin bukan soal kegagalan dalam melatih.

Artikel Menarik Lainnya