NexTune - Ikan tongkol menjadi salah satu jenis ikan yang cukup mudah ditemukan dan sering diolah menjadi berbagai hidangan rumahan. Dagingnya padat, gurih, serta cocok dimasak dengan sambal, bumbu balado, kuah, maupun digoreng. Namun, ada satu masalah yang kadang membuat masakan tongkol kurang nikmat, yaitu rasa pahit pada dagingnya.
Rasa pahit sebenarnya tidak selalu berasal dari ikan tongkol itu sendiri. Cara membersihkan, menyimpan, dan mengolah ikan dapat memengaruhi rasa akhirnya. Karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar daging tongkol tetap gurih dan tidak meninggalkan rasa pahit.
1. Pilih Ikan Tongkol yang Masih Segar
Langkah pertama dimulai dari pemilihan ikan. Tongkol yang masih segar biasanya memiliki mata yang jernih, insang berwarna merah, daging terasa kenyal ketika ditekan, dan aroma laut yang masih ringan. Hindari ikan yang mengeluarkan bau terlalu menyengat atau dagingnya sudah lembek.
Kesegaran ikan sangat berpengaruh terhadap rasa. Ikan yang sudah tidak segar dapat memiliki aroma dan cita rasa yang kurang enak meskipun sudah diberi banyak bumbu.
2. Bersihkan Bagian Dalam Ikan dengan Teliti
Setelah ikan dibeli, bersihkan bagian dalamnya dengan baik. Buang isi perut, kemudian cuci ikan menggunakan air mengalir. Bagian yang kotor atau masih menyisakan darah sebaiknya dibersihkan sampai benar-benar tidak terlihat.
Jika ikan dibeli dalam bentuk potongan, perhatikan bagian yang berwarna gelap di dekat tulang. Bersihkan bagian tersebut karena dapat memengaruhi aroma dan rasa ikan ketika dimasak.
Tidak perlu mencuci ikan berulang-ulang terlalu lama. Cukup bersihkan sampai kotoran dan sisa darah hilang, kemudian tiriskan.
3. Gunakan Jeruk Nipis atau Asam Secukupnya
Untuk membantu mengurangi bau amis, ikan tongkol dapat dilumuri dengan sedikit air jeruk nipis. Diamkan sekitar 10–15 menit, kemudian bilas kembali sebelum dimasak.
Penggunaan jeruk nipis tidak perlu terlalu banyak. Jika ikan terlalu lama direndam dalam bahan yang asam, tekstur permukaannya justru dapat berubah. Jadi, gunakan secukupnya saja.
Selain jeruk nipis, garam juga dapat digunakan saat membersihkan ikan. Setelah diberi garam dan jeruk nipis, ikan sebaiknya segera dibilas dan ditiriskan.
4. Kukus atau Rebus Sebelum Dimasak
Salah satu cara yang sering digunakan untuk mengolah tongkol adalah mengukus atau merebusnya terlebih dahulu. Cara ini dapat membantu mengurangi aroma amis sebelum ikan dimasak dengan bumbu utama.
Jika direbus, gunakan air secukupnya dan tambahkan bahan aromatik seperti daun salam, serai, atau jahe. Setelah matang, tiriskan ikan hingga tidak terlalu berair.
Untuk mendapatkan rasa yang lebih gurih, ikan juga bisa dikukus terlebih dahulu kemudian digoreng sebentar sebelum dimasak dengan sambal atau bumbu lainnya.
5. Jangan Menggunakan Ikan yang Sudah Terlalu Lama Disimpan
Penyimpanan juga berpengaruh terhadap rasa ikan. Jika belum ingin langsung memasak tongkol, simpan ikan dalam wadah tertutup di dalam freezer. Jangan membiarkannya terlalu lama berada pada suhu ruang.
Ikan yang sudah dicairkan dari freezer sebaiknya tidak berkali-kali dibekukan kembali. Perubahan suhu berulang dapat menurunkan kualitas ikan dan membuat teksturnya berubah.
6. Masak dengan Bumbu yang Seimbang
Setelah ikan siap, gunakan bumbu yang cukup untuk memberikan rasa gurih dan harum. Bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, jahe, serai, daun salam, dan daun jeruk dapat menjadi pilihan sesuai jenis masakan.
Hindari memasak ikan terlalu lama dengan api besar karena teksturnya dapat menjadi kering dan keras. Masak sampai bumbu meresap dan ikan matang dengan baik.
Dengan memilih ikan yang segar, membersihkannya dengan benar, serta mengolahnya secara tepat, tongkol bisa menjadi hidangan yang lezat tanpa rasa pahit yang mengganggu. Cara sederhana tersebut juga membuat rasa asli ikan tetap terasa, sehingga tidak perlu menggunakan terlalu banyak bumbu untuk menutupinya.








